Detail Berita

TEBAR FIDYAH
avatarAdmin • 25 Feb 2026
x.comShare on Facebookshare

TEBAR FIDYAH

Senyum di Balik Pintu Kayu Lapuk

Berkah Jum'at itu di dataran tinggi Reco Kertek Wonosobo, tim relawan menyusuri gang sempit menuju rumah Mbah Giyah (78), seorang janda tua yang hidup sebatang kara. Untuk menyambung hidup, ia hanya mengandalkan belas kasihan tetangga atau menjual sedikit sayuran hasil memetik di pekarangan orang.

Saat tim mengetuk pintu kayu yang sudah mulai lapuk, Mbah Giyah keluar dengan langkah tertatih. Begitu melihat paket sembako dari donasi tebar fidyah yang dibawa tim, matanya seketika berkaca-kaca.


"Tadi Mbah cuma minum air putih buat ganjal perut dari pagi, kepikiran nanti malam makan apa. Ternyata Allah kirim nasi lewat kalian," bisiknya lirih sambil memeluk paket tersebut.

Hari itu, amanah fidyah dari para donatur bukan sekadar menjalankan kewajiban syariat untuk mengganti hutang puasa, tapi menjadi jawaban atas doa seorang hamba yang sedang kelaparan. Paket tersebut dibagikan ke puluhan penerima manfaat lainnya—kaum dhuafa dan lansia—memastikan bahwa hari itu, tidak ada perut yang keroncongan di lingkungan tersebut.




Berita Lainnya