Tentang program
Bu, Aku Mau Punya Al-Qur’an Sendiri”
Di sebuah desa terpencil, seorang anak bernama Aisyah duduk di sudut masjid. Matanya fokus pada mushaf Al-Qur’an yang mulai lusuh dan penuh coretan. Itu bukan miliknya, ia hanya meminjamnya dari rak masjid setiap kali belajar mengaji.
Sejak kecil, Aisyah bercita-cita menjadi hafidzah. Tapi bagaimana mungkin ia bisa menghafal dengan baik, jika satu-satunya Al-Qur’an yang bisa ia baca harus bergantian dengan belasan anak lainnya?
Suatu hari, ia memberanikan diri bertanya kepada ibunya, “Bu, kapan aku bisa punya Al-Qur’an sendiri?”
Sang ibu terdiam. Ia tahu anaknya begitu ingin memiliki mushaf pribadi, tapi untuk membeli satu saja, ia tak sanggup. Bahkan untuk makan sehari-hari saja, mereka harus berhemat.
Tapi Allah Maha Mendengar.
Di hari yang lain, seorang dermawan mengirimkan paket wakaf Al-Qur’an ke masjid tempat Aisyah belajar. Saat sang ustadz menyerahkan mushaf itu padanya, matanya berkaca-kaca.
“Ini untukmu, Aisyah. Sekarang kamu bisa membaca dan menghafal tanpa harus menunggu giliran.”
Sahabat, bagi kita, memiliki Al-Qur’an adalah hal biasa. Tapi bagi mereka, itu adalah impian yang mungkin belum pernah terwujud.
Di bulan yang penuh berkah ini, mari kita hadiahkan mushaf terbaik untuk santri-santri yang bercita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an.
Satu mushaf dari kita, insyaAllah menjadi cahaya yang menerangi langkah mereka menuju surga.









