Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi, tak hanya meretakkan dinding-dinding bangunan, tetapi juga menyisakan kekhawatiran dan trauma bagi puluhan ribu warga yang kini harus berteduh di bawah tenda darurat di tengah ancaman gempa susulan.
Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari (15–28 Agustus 2026). Berdasarkan data terbaru per 18 Agustus 2026, tercatat 70 jiwa meninggal dunia, lebih dari 16 ribu warga terdampak, serta 12 ribu rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan. Ratusan gempa susulan (aftershocks) yang terus terjadi hingga kini membuat warga dihimbau untuk tetap waspada dan berdiam di tempat terbuka.
Merespons kondisi kritis ini, berkat dukungan dan kebaikan yang Bapak/Ibu titipkan, Dompet Dhuafa terus menguatkan aksi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak. Di saat yang sama, secara paralel dari lokasi terdampak bencana, bantuan tahap awal sebanyak 9 ton logistik diberangkatkan melalui jalur laut dan darat menuju titik-titik pengungsian yang paling terdampak.
Setiap bantuan yang bergerak, setiap logistik yang sampai, dan setiap langkah respons di lapangan merupakan bagian dari kebaikan Bapak/Ibu yang bersama-sama kita hadirkan untuk mereka yang sedang membutuhkan.


