Pernahkah kita menyadari, betapa nikmatnya bisa bernapas dengan lega?
Menghirup udara pagi tanpa rasa sesak. Membuka jendela rumah dan melihat langit dengan jelas. Membiarkan anak-anak bermain di luar tanpa khawatir tentang udara yang mereka hirup.
Bagi kita, udara bersih mungkin terasa begitu biasa. Sampai suatu hari, udara bersih menjadi sesuatu yang sulit didapat.
Saat ini, masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan tengah menghadapi kepungan asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan data BNPB, 1.487 titik panas terdeteksi di Pulau Kalimantan pada 19 Agustus 2026. Di sejumlah wilayah, jarak pandang bahkan turun hingga sekitar 1,4 kilometer akibat kabut asap.
Di balik angka-angka tersebut, ada masyarakat yang harus tetap menjalani aktivitas di tengah udara yang tercemar. Anak-anak, lansia, dan kelompok rentan menjadi mereka yang paling membutuhkan perlindungan.
Bagi mereka, bernapas lega bukan lagi sekadar hal biasa.
Mari hadirkan bantuan dan perlindungan untuk masyarakat terdampak karhutla Kalimantan.

