Bencana yang melanda Aceh bukan hanya merusak rumah dan merendam pemukiman, tapi juga memutus total akses air bersih.
Hingga hari ini, banyak warga masih hidup di lingkungan yang penuh lumpur. Sumur warga terkontaminasi, aliran air keruh, dan genangan tidak pernah benar-benar surut.
Dalam kondisi seperti ini, penyakit mulai bermunculan: gatal-gatal, diare, infeksi kulit, batuk, dan demam. Semuanya berawal dari satu kebutuhan dasar yang sekarang sulit mereka dapatkan: air bersih dan sanitasi layak.
Anak-anak mandi dan mencuci dengan air bercampur lumpur. Peralatan makan dibersihkan dengan air yang tidak aman. Dan untuk minum atau memasak, mereka harus menunggu bantuan datang yang tidak selalu setiap hari.
Karena itu, kita sedang mempersiapkan rangkaian bantuan pemulihan berbasis air dan sanitasi, di antaranya:
- 1. Pembangunan sumur bor di titik-titik terdampak (lokasi akan ditentukan setelah asesmen lapangan)
- 2. Penjernihan air darurat untuk kebutuhan minum & masak
- 3. Toilet sementara di area pengungsian agar warga tidak lagi buang air di tempat terbuka
Bantuan ini bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk memastikan keluarga penyintas bisa hidup lebih aman, sehat, dan layak setelah bencana.
Satu sumur, satu toilet, satu alat penjernih air menyelamatkan ratusan jiwa.
Yuk #PejuangKebaikan, hadirkan air bersih dan sanitasi yang layak untuk Aceh yang sedang berjuang bangkit.









