Kepulan kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusup hingga ke dalam celah-celah ruang kelas, memicu perih di mata, rasa sesak di dada, serta mengancam kesehatan napas polos mereka.
Saat kepulan asap berada di tingkat paling mengkhawatirkan, pihak sekolah bahkan terpaksa meliburkan tatap muka dan mengalihkan proses belajar secara daring demi keselamatan para murid.
Menjawab ancaman kesehatan yang membayangi para siswa, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) mengaktivasi program Safe School (Sekolah Aman Asap) di TK IT Quran Ummah.
Untuk menyaring partikel berbahaya, setiap ruang kelas di TK IT Quran Ummah kini dilengkapi dengan perangkat teknologi dan elemen penetralisir udara alami seperti exhaust fan, air purifier, penyaring ventilasi, tabung oksigen, elemen alami akuarium hingga tanaman hias pembersih udara untuk menjaga kelembaban serta menetralisir polutan.
“Melalui Safe School ini, kami berusaha agar kabut asap dari karhutla tidak mengganggu aktivitas belajar di sekolah. Anak-anak yang tetap masuk sekolah bisa belajar di ruangan yang aman bagi kesehatan mereka,” jelas Taqi, relawan Dompet Dhuafa,




